STOP SELF-DIAGNOSIS, MULAI KONSULTASI: MEMBANGUN KESADARAN PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT
Abstract
Fenomena self-diagnosis makin sering ditemukan di masyarakat. Banyak orang menentukan penyakit dan memilih obat sendiri hanya berdasarkan informasi dari internet atau media sosial. Kebiasaan ini tampak sepele, tetapi berisiko menyebabkan kesalahan penggunaan obat dan efek samping yang tidak diinginkan. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Program Studi D3 Farmasi Universitas Anwar Medika melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Stop Self-Diagnosis, Mulai Konsultasi” di wilayah Sukodono, Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat. Penyuluhan dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan simulasi kasus penggunaan obat yang salah. Peserta cukup antusias, terutama saat berbagi pengalaman pribadi terkait penggunaan obat tanpa resep. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai penggunaan obat yang benar dan kesadaran untuk berkonsultasi dengan apoteker. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi sederhana namun komunikatif dapat menumbuhkan perilaku bijak dalam penggunaan obat. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa bisa rutin dilakukan agar pesan “konsultasi dulu sebelum konsumsi” semakin melekat di masyarakat.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


