INTERVENSI STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI DAN PEMBERIAN PANGAN BERGIZI PADA BALITA DI KOTA KUPANG
Keywords:
Stunting, Edukasi Gizi, Intervensi Pangan, Nusa Tenggara Timur, BalitaAbstract
Stunting merupakan ancaman serius bagi kualitas generasi penerus karena tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan kognitif dan kesehatan jangka panjang secara permanen. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi tantangan besar sebagai provinsi dengan tingkat prevalensi stunting tertinggi di Indonesia (37%). Kendati program pemerintah seperti pemberian nutrisi tambahan telah berjalan, namun efektivitasnya belum optimal akibat rendahnya literasi orang tua. Data SKI tahun 2023 menunjukkan skor pemahaman pencegahan stunting masyarakat NTT (64,2%) dan pengetahuan MP-ASI bergizi (52,6%) masih di bawah rata-rata nasional. Lemahnya pengetahuan ini menyebabkan pola asuh dan pemberian makanan bergizi yang tidak memadai. Merespons urgensi tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menerapkan pendekatan komprehensif melalui edukasi pencegahan stunting dan intervensi gizi langsung berupa pemberian susu dan telur selama empat bulan. Bekerja sama dengan GMIT Paulus Kupang dan Posyandu Kenari Naikoten I, kegiatan difokuskan pada enam balita berisiko stunting. Hasil pemantauan kader dan orang tua menunjukkan perkembangan signifikan pada kondisi fisik dan perilaku balita selama intervensi dilakukan. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bahwa kombinasi edukasi untuk menutup celah pengetahuan dan intervensi gizi spesifik adalah kunci keberhasilan penanganan stunting di wilayah berisiko tinggi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


